A Dreamer



Aku mendapati diriku tersesat dalam hutan yang sangat luas. mencoba mencari dan terus mencari jalan untuk mencapai tujuanku namun belum ada titik terang yang ku temukan. lelah?? ya aku sangat lelah. jalanku semakin lambat atau bisa dikatakan aku hampir berhenti. namun aku malu, aku sering memberi semangat dan motivasi pada anak-anak kecil yang melewatiku, ku katakan pada mereka "don't you ever give up to reach your dream" tapi sekarang aku seperti di ujung tebing yang aku pun tidak tau harus melewatinya atau kembali mengarungi jalan yang menurutku salah. Aku merasa berjuang sendiri dengan berbagai tekanan. aku melihat beberapa temanku yang memiliki tujuan yang sama denganku, mereka memiliki bekal dan dukungan yang bagus. dan aku ingin......

 ah sudahlah aku tidak boleh iri. semua orang memiliki jalannya masing-masing. lalu bagaimana jalanku?? apa yang salah dengan jalanku? semua terasa berat dan berkelok-kelok terlalu panjang. sebenarnya aku tidak terlalu membutuhkan bekal yang banyak, hanya aku butuh dukungan yang menguatkan perjalanan panjangku, toh bekal aku bisa dapatkan di pertengahan jalan. Aku cukup kuat jika harus bekerja lebih keras. tapi dukungan itu bahkan aku tak mendapatkannya, mungkin lebih tepatnya yang aku harapkan dapat mendukungku mereka cenderung mematahkan semangat ku. mengatakan aku egois dan tak memikirkan orang lain.

bukan, bukan aku bermaksut seperti itu, sungguh. aku pun memikirkan kalian hanya saja aku tak mau jika saling mengorbankan. Aku sudah bilang, jika aku kuat untuk bekerja lebih keras hanya saja jangan matikan mimpiku. kalian yang mengajariku untuk bermimpi, kalian pula yang mengajariku untuk berusaha sampai titik penghabisan. namun kini, bahkan aku belum menyentuhnya kalian ingin aku berhenti?? aku tak ingin menyalahkan kalian atas keberadaanku saat ini hanya saja bagaimana kalian menentangku selalu teringat jelas. Aku tak pernah mendapati diriku yang tidak memiliki tujuan seperti ini. tidak biasa untukku membiarkan hidupku mengalir seperti air.

Comments