Nasehat seorang teman


I have a new roomate. Dia bukan orang baru bagiku, kita sudah saling kenal dikampus hanya tidak terlalu dekat. namun semenjak dia pindah di kosan ini, malam-malamku selalu dipenuhi cerita-cerita dengannya. Dia sangat dewasa dalam berfikir dan bertindak berbeda sekali denganku yang masih kekanak-kanakan. kita bercerita banyak hal, mulai dari teman-teman kami, pengalaman-pengalaman kami, keluarga, dan masalah asmara hahaha. actually neither I nor She has a boyfriend 😂
suatu ketika aku bercerita jika aku menyukai seorang senior beda fakultas sejak maba (mahasiswa baru). dia tentu saja mengenalnya karena mereka pernah seorganisasi dan satu bimbel bahasa inggris. bukan kata-kata untuk mendukung ceritaku dia malah menanyakan kenapa aku bisa menyukainya? ya tentu saja aku menjelaskan dengan panjang lebar alasannya mulai dia yang sholeh, aktif berorganisasi, dan pinter seperti tipe aku banget lah haha seimbang dunia akhirat eaak. kemudian temenku menanyakan bagaimana aku tahu itu semua sedang aku hanya bertemu dengannya sekali sewaktu orientasi maba dan tidak pernah berinteraksi langsung. Aku berfikir keras untuk menjawab pertanyaan ini, kemudian aku jawab saja dari media sosial, blog, tumblr, etc (stalker ulung hehehe). lantas temanku mengatakan bahwa aku tidak benar-benar menyukainya karena aku hanya tahu baik-baiknya saja tanpa tahu keburukannya dan media sosial bukanlah tempat yang sesuai untuk mengenal seseorang. seseorang akan meletakkan hal-hal baik di media sosial dan cenderung menyembunyikan yang buruknya. kemudian dia menasehatiku bagaimana aku suka seseorang yang bahkan kita tak pernah berkomunikasi. inti pada sebuah hubungan adalah komunikasi. ketika kita sudah merasa nyaman dalam berkomunikasi, maka kita bisa mulai menyukainya. menurutnya aku suka pada sang senior sama halnya dengan suka pada seorang artis, we don't meet each other or we don't communicate each other. ditambah menurutnya dia belum tentu menerima segala kekurangan aku ataupun keluargaku. make sense sih nasehat temen aku ini, nggak rugilah sering nonton motivator-motivator. kemudian aku bertanya, Then to who I give my heart??. "to people who know you well and you know him too" katanya, seseorang yang mengetahui kekuranganku namun bisa menoleransinya. begitu pula sebaliknya aku tahu kelebihannya pun kekurangannya dan apakah bisa menoleransinya atau tidak.
Aku terdiam, seperti di skak mat.I don't have any idea to reply it. Agak sebel saat dia nasehatin, namun memang betul. sejak malam itu aku mulai memikirkan bagaimana aku move dari sang senior yang telah lama kusuka. akhirnya terpikirlah untuk memblokir setiap media sosial yang berteman atau mengikutinya. dari sana rasa itu suka, maka dari sana pula harus segera diakhiri. 
Inti dari percakapan kami selanjutnya adalah tidak perlu muluk muluk dalam mencari pasangan yang penting memiliki tujuan yang sama dan mau belajar bersama-sama dan KOMUNIKASI itu hal wajib. how you blowing up your feeling if you don't comfort each other?

Comments